Thursday, October 23, 2014

Hijab Gaul Vs Hijab Syar'i

Muslimah-id, zamannya serba serbi moderen. Dari mulai tehnologi, transportasi hingga ke permasalahan fashion juga telah moderen. Makin lama makin dihiraukan ketentuan-aturan yang ada. Misalnya saja dalam soal berjilbab. Kita ketahui seperti yang telah diterangkan dalam Al-qur’an, seseorang muslimah harus memakai hijab (penutup) atau yang lebih kita kenal dengan nama kerudung atau hijab. Telah terang tercantum dalam Al-Qur’an QS. Al-Ahzab : 59 serta An-Nur : 31.

Dalam QS. Al-Ahzab : 59 diterangkan, bahwa Allah SWT menyerukan pada kita supaya mengulurkan jilbabnya sampai ke semua badan. Hijab disini tujuannya sejenis pakaian kurung yg tidak ketat serta menunjukkan lekuk badan seseorang wanita untuk menutupi aurat. Didalam surah ini juga diterangkan apa tujuannya Allah SWT menyuruh kita supaya tutup aurat kita. Maksudnya agar beberapa muslimah lebih gampang di kenal, karenanya mereka tak diganggu. Sedang dalam QS. An-Nur : 31 lebih menuturkan serta melengkapi dari penjelasan di Surat Al-Ahzab ayat 59.

Cobalah kita banding hijab dengan semua ketentuannya yang ada pada Al-Qur’an dengan hijab yang kalian gunakan sekarang ini. Telah syar’i kah hijab kalian? Umumnya muslimah sekarang ini lebih mementingkan mode tren terbaru dibanding dengan yang telah ditata dalam Al-Qur’an.

Apa yang disebut hijab gaul? Hijab gaul itu yang kerap digunakan umumnya muslimah sekarang ini. Tak tahu mungkin saja lantaran mereka belum tahu bagaimanakah ketentuan memakai hijab atau mereka sudah mengetahui namun malas mengerjakannya. Hijab gaul itu hijab yang dililit, dengan baju yang ketat menunjukkan bentuk badan, yang utama asal panjang serta menutupi tangan serta kaki. Walau sebenarnya telah tercantum dalam Al-Qur’an hijab itu bukanlah dililit, namun diulurkan.

Serta yang disebut hijab syar’i yaitu hijab yang sesuai sama ketetapan yang ada pada Al-Qur’an serta hadist. Dalam Al-Qur’an telah diterangkan bahwa hijab itu seperti pakaian kurung. Sinyal itu tak ketat. Umpamanya seperti gamis, maupun atasan yang longgar serta memakai rok. Bukanlah seperti pada fakta sekarang ini. Beberapa muslimah memakai hijab dililit dengan pakaian serta celana yang ketat. Hal semacam itu sangatlah bertolak belakang dengan ketetapan yang ada pada Al-Qur’an.

Lantaran ikuti tren serta mode saat saat ini jadi argumen mereka kenapa memakai hijab yg tidak syar’i. Ingat ukhti, hijab yang syar’i itu ketentuannya datang dari Allah SWT. Sedang hijab gaul itu ketentuannya datang dari manusia.

Hijab gaul vs hijab syar’i, yang mana yang kalian tentukan ukhti? Yang sesuai sama ketentuan Allah SWT atau yang sesuai sama ketentuan mode fashion zaman saat ini? Ikuti golongan sebagian besar yang salah atau ikuti golongan minoritas yang benar? Tambah baik kepanasan didunia atau di akhirat? Pada saat ada usia, mari syar’ikan jilbabmu!

How to Use Hijab Syar’i?

1. Hijab yang panjang serta tidak tipis (tak tidak tebal serta tembus pandang)

Sesuai sama yang ada didalam Al-Qur’an, hijab yang syar’i itu menutupi dadamu. Tak dililit ke atas kepalamu atau dimodifikasi supaya tak panjang. Gampang bukan? gak repot, gak sulit.

2. Memakai pakaian gamis atau pakaian yang longgar serta rok

Telah terang dalam Al-Qur’an, kita harus untuk memakai pakaian kurung atau pakaian yg tidak ketat menunjukkan bentuk badan kita ukhti. Serta pakaian yg tidak ketat itu yaitu gamis atau pakaian yang longgar serta rok. Its so simple to do. Daripada kalian memakai baju yang ketat serta sangatlah tak nyaman digunakan.

3. No Punuk Unta

Punuk unta? Apakah itu? Tahukah kalian?? Beberapa muslimah zaman saat ini memperlihatkan rambutnya yang digelungkan waktu berhijab. Tersebut yang disebut punuk unta. Bahkan juga lebih mirisnya lagi, saat ini telah ada ciput yang ada punuk untanya. Dalam Islam ini dilarang. Tersebut disini hadist yang diriwayatkan oleh Muslim :

“Ada kelompok dari masyarakat neraka yang belum pernah saya saksikan : 1 Satu golongan yang mempunyai cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia serta 2 beberapa wanita yang kenakan pakaian namun telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu akan tidak masuk surga serta akan tidak mencium baunya, meskipun baunya tercium sepanjang perjalanan demikian serta sekian” (HR. Muslim No. 2128)

Telah terangkan dalam hadist itu. Tambah baik bila yang memiliki rambut panjang dapat dikepang atau diikat umum. Tak digelungkan ke atas serta tampak seperti punuk unta.

4. Memakai kaos kaki

Tahukah ukhti? Kakimu itu termasuk juga aurat yang perlu ditutup. Jadi saat keluar rumah atau melancong dimanapun, janganlah lupa pakai kaos kakinya. Telah terangkan batas-batas aurat kita. Seluruhnya aurat terkecuali telapak tangan serta muka.

Gampang bukanlah untuk memakai hijab syar’i yang sesuai sama ketetapan Allah SWT. Begitu Allah SWT sangatlah melindungi serta menyayangi diri kita. Namun kita jadi tak menjaganya. Jagalah auratmu dari orang yg tidak memiliki hak melihatnya. Banyak masalah pelecehan berlangsung lantaran wanita umumnya memakai baju yang terbuka. Itu telah pasti bisa mengundang setan untuk menggoda lawan typemu lakukan pelecehan. Bila telah demikian, siapa yang perlu disalahkan? Mata mereka bakal terbangun bila dirimu melindungi penampilanmu juga. Islam teach you to covering not wrapping your aurat, ukhti. Islam mengajarkanmu untuk menutupi bukanlah membungkus auratmu. sumber : 7nove